Sunday, January 31, 2016

Satu

Tuhan, mengapa ini terjadi lagi? Mengapa yg dulu pergi kini hadir kembali? Mengapa logika ini buntu? Mengapa otak ini membeku? Dan mengapa hati ini kelabu? Apa harus ditambah 370hari lagi? Atau lebih? Apa harus dengan raga yg lumpuh dan hati yg tersayat untuk menyerap seperempat tetes hikmah menuju pori-pori? Mengapa seperih ini? Mengapa pipi basah dgn nafas yg tercekat kuat selalu menjadi bagian paling tinggi?
17.520 jam hanya berfikir ttg satu. Satu yg menyemangati tp ternyata melukai. Satu yg indah tapi membutakan. Satu yg meninggikan tp ternyata menjatuhkan. Aku harus apa? Menjahit luka ini sendiri? Tetap buta dan akan terperosok utk ketiga atau bahkan lebih lagi? Atau mencoba berdiri dengan memar sana sini?
Tuhan, padamkan hati ini. Sejukan jiwa dan tegakan badan ini, dengan sabar tak berbalas dan ikhlas tiada berbekas.

1 comment: