Hati seperti terbolak-balik, dan logika yang tidak pernah sejalan dengan hati pun kini dipaksakan bergandengan, beriringan menatap samping. Mulut yang selalu berbusa mebisikan harapan yang sama disetiap malamNya, kini bisu tanpa celah. Mungkin memang seharusnya seperti ini, menjalaninya dengan cukup memahami dan mengikuti alur ketetapanNya tanpa protes.
-fkrnrhfzh
No comments:
Post a Comment