Sunday, January 31, 2016

Kesia-siaan

Seketika tersadar, saya hanya tidak cukup mengerti. Layaknya gelap yg merindukan pancaran sinar, seperti setetes air yang selalu ingin menjatuhkan dirinya ke laut. Kamu seperti akibat yang tidak kenal sebab. Seakan semua terpampang karena disengaja. Kenapa kamu membangunkan hati yg sedang terlelap? Membawanya melayang tanpa peta, meniupkan uap uap ketenangan, menjadikannya hidup dengan harapan, membuatnya terus memujamu ke Penciptanya? Sekarang, setelah Tuhan membuka satu per satu pintu yang menuju ketempat dimana saya selalu berharap, bagi saya, kamu tidak lebih dari zat yg selamanya bergantung dengan Penciptamu, Pelindung kita.

No comments:

Post a Comment