Wednesday, November 13, 2024

Rumah

Rumah adalah tempat dimana saya merasa aman untuk berteriak dan nyaman untuk bersandar. Semesta mendukung dengan hadirnya gemericik hujan yang diikuti pelangi, matahari yang terang dan petir yang menyambar. Maaf jika merasa selalu membuat susah dan masuk hanya jika ada perlu. Tapi saya tidak pernah datang untuk itu, karena kamu adalah salah satu rumah versi terbaik yang Tuhan beri. Tetaplah meletakkan kunci ditempat yang sama agar semua bisa dikenang. Terima kasih selalu bisa menjadi rumah untuk saya bisa pulang.

-Rumah yang selalu dinanti, FY 131124🫶🏻

Monday, February 1, 2016

Untuk sahabat dalam tangis dan bahagia yang sama, indi.

Rotasi kehidupan terasa seperti tanpa poros, berputar bebas tanpa awas dan akhirnya lepas. Sering hidup ini meminta apa yg tidak bisa kita berikan, mengejar apa yg tidak bisa diraih dengan berlari, memaksa apa yg tidak bisa kita pilih, dan menuntut lebih untuk hal yg tidak pernah berbanding lurus dengan realita. Memaknai hidup memang tak perlu sekeras ini. Tapi mensejajarkan senyuman dengan pipi yg basah pun tak semudah menahan agar tetesnya tak pergi. Biarkan jiwamu berbicara dengan menyingkirkan peluh-peluh yang ikut tertawa. Kamu tidak perlu takut berbeda, karena kita dalam lindungan Pencipta yang sama. Bagaimanapun semestinya kini, hidup tetap memintamu untuk menikmati banyak kejutannya yang sempurna.

Hitam tidak selalu hitam

Hidup itu cuma ada diantara dua. Dua warna. Hitam dan putih. Hitam untuk sisi baik. Putih untuk sisi buruk. Hidup penuh warna itu nyatanya terlalu kelabu, sekedar omong kosong. Dan dia, dia yang membuat tulisan ini terkesan terbalik. Dia yg membuat saya begini adanya. Dia mengajarkan saya cara melihat hidup buruk menjadi baik, dan hidup baik menjadi terbalik. Untuk hati, saya sakit. Dan untuk dia, saya kecewa.

Sunday, January 31, 2016

Hujan Baru Dipenghujung Hari

Kali pertama hujan yang saya suka kini berubah. Bertolak 180 derajat lebih nyaman dan tenang. Hujan yang tidak hanya mampu memberi nafas, tapi juga mampu menghidupi. Saya harap kilatnya tidak merobek retina, pun gemuruhnya tidak menggetarkan raga. Hujan tanpa petir itu tidak pernah sempurna. Tak peduli seberapa buruk petir yang mendampingi, hujan tetap menjadi magnet yg melekat untuk selalu disyukuri.

-didedikasikan untuk potongan hati yang utuh kini bertransformasi menjadi baru, kamu.

Untuk sahabat terkasihku, Fera

Menjadi tuli bisu buta secara tiba-tiba itu kadang perlu, untuk membatasi diri dari cibiran tidak berguna, ucapan tidak bermakna, serta pandangan menusuk retina. Bahagiakanlah dirimu sendiri dengan tidak memperdulikan mereka yang sibuk mencacimu.

Entah dia atau mereka

Hidup satu arah itu terlihat hitam putih. Terlalu kelabu menyerupai semu. Kamu dan mereka sengaja menambahkan merah di dalamnya hingga kini hidup berputar tanpa arah. Mendapati jiwa yg tak pernah kuat ditopang raga dengan wajah merona dibalut hina. Siapa peduli.

Hujan

Saya menyukai hujan lebih dari pelangi. Hujan yg mengejutkan dan pelangi yg membutakan. Seperti kecepatan yg tetap berbanding terbalik dengan waktu dalam hitungan jarak. Setiap tetes yg jatuh tahu kemana akan pulang, basah yg seiring dengan udara, dan petir yg berusaha menolak semu. Sejak awal awanlah yg paling keras berteriak jika pelangi lebih menggoda dari hujan. Pesona yg lahir dari balik pelangi justru melumpuhkan sendi-sendi dengan empedu yg terbelah dan hanya menyisakan pahit. Pelangi itu imajinasi kelabu. Bualan yg berbisa. Dan kesetiaan yg menekan. Saya harap kamu cukup dari sekedar hujan yg memberi aroma khas tanah basah yg tiada henti untuk saya hirup.