Sunday, January 31, 2016
Kagum dengan dia yang salah
Cara saya mengaguminya tidaklah wajar, menyikapi tawanya dengan harap yang kian hari kian sesak menyekat tenggorokan. Segalanya terasa begitu langka sehingga amat perlu untuk diabadikan disetiap detailnya. Dia mampu menciptakan apapun yang membuat saya sanggup untuk mengamini. Ajaibnya hanya dia yg mampu melekuk senyum tanpa paksaan. Menyajikan titik manis yang semakin menggunung. Logika akan selalu menjadi opsi ketika hati mendominasi. Saat semuanya terlihat berkilau tepat didepan mata, sering dia berlomba dengan kilat dan sengaja merubahnya menjadi sesuatu yg teramat gelap sampai bisa membutakan mata. Sadarnya saya bukan sadarnya dia. Sekarang, saya hanya harus berpura-pura membuat semuanya tetap pada rotasinya walau ternyata semesta telah bergetar menuju kesia-siaan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment