Sunday, January 31, 2016

Hujan. Tanda. Dan kamu.

Tuhan aku rindu. Rindu tetesan nikmatMu yg entah jatuh di tanah atau di epidermisku. Aku rindu tandaMu. Tak terkecuali rindu pada hambaMu. Hadirnya itu syukurku. Raganya ialah penuntunku. Dan sosoknya tentu penyemangatku. Seiring logika dan seberkas rasa kadang aku memaknainya sebatas praduga. Pencarian tanda yg tak pernah terlihat lagi hingga hujan turun dengan dia yg tetap kuat mematung tak bersalah. Kini aku. Separuh aku menariknya keras, separuh yg lain tak lagi berenergi. BisikNya menuntunku utk menikmati tiap prosesnya. Sabar yg tak perlu diucap. Kuatnya jiwa yg tak pantas bersua. Ditambah raga yg tak pernah satu inci pun bergerak. Kini hujan memberi tanda dgn memberikan jarak antar kita menjadi aku dan kamu.

-untuk kamu yg selalu mendapat porsi terbanyak di setiap potongan hati.

No comments:

Post a Comment